Mitos Seputar harddisk

Sebagai media penyimpanan utama dalam PC, Harddisk memiliki peranan yang cukup penting. Cukup sering saya mendengar mitos dan pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan, namun diantaranya ada yang benar ada yang tidak. Berikut ini saya akan menjelaskan yang saya ketahui tentang Harddisk.

Melakukan Defragmenting Harddisk Memperpendek Umur Harddisk

Proses Defragmenting memang dianjurkan secara berkala. Ada kekhawatiran melakukan proses defragment akan meningkatkan resiko kerusakan Harddisk. Terutama akibat meningkatnya beban kerja head actuator.

Pernyataan tersebut ada benarnya. Proses defragment Harddisk memang akan membebani, terutama proses seeking yang berlangsung, untuk mengurutkan data pada Harddisk. Sisi positifnya dapat dirasakan setelah prosses defragment selesai, dengan data yang sudah tersusun maka proses Harddisk akan mengalami penurunan jumlah waktu yang diperlukan untuk seeking data. Selain peningkatan kinerja yang akan didapatkan.

Melakukan Format Harddisk Memperpendek Umur Harddisk

Sering saya mendengar Format Harddisk akan memperpendek umur harddisk, hal ini menurut saya tidak benar. Karena proses Format Harddisk bukanlah aktivitas beban terberat yang ditangani Harddisk. Bahkan proses Format ini jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan mengakses virtual memory.

Beberapa pembenaran logis untuk ini, dengan pergerakan head dalam proses formatting lebih aktif dan rumit dibanding nonformat. Bahan perbandingan ekstermnya, memformat setiap hari bahkan setiap jam sekalipun tidak membuat harddisk anda cepat rusak, atau setidaknya tidak akan lebih cepat rusak dibandingkan pemakaian normal sehari-hari.

Bad Sector Timbul atau Bertambah setelah Proses Format

Ada yang berpendapat Bad Sector pada harddisk akan bertambah setelah proses format, Pada kenyataannya Bad Sector akan bertambah, tergantung pada jenis kerusakan yang menyebabkan. Jika Bad Sector pada harddisk disebabkan kerusakan fisik, baik pada head ataupun platter, maka Bad Sector dapat dipastikan akan terus bertambah. Baik tanpa proses format, bahkan sebetulnya tidak ada hubungannya dengan proses format.

Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah, setelah proses format selesai akan menampilkan report hasil format. salah satunya adalah jumlah Bad Sector.

Menghilangkan Bad Sector dengan Proses Format

Ini kebalikan dari pendapat sebelumnya. Ada yang berpendapat proses format dapat menghilangkan Bad Sector. Bad Sector sebenarnya adalah sector pada harddisk yang tidak dapat digunakan dengan sempurna, baik dalam proses read ataupun write. Untuk Logical Bad Sector, memang benar dapat diperbaiki dengan proses format ataupun menggunakan software utility khusus untuk memperbaiki Logical Bad Sector, Logical Bad Sector biasanya terjadi dikarenakan kesalahan proses read atau write oleh sebuah aplikasi. Lain halnya dengan Physical bad Sector tidak dapat diperbaiki dengan software khusus apalagi dengan format. Kecuali untuk harddisk yang tipe tertentu yang mempunyai spare sector. Proses format akan menandai akan menandai Bad Sector dan menggantinya dengan spare sector. Jika memang tersedia dan masih ada pada harddisk. Physical bad Sector biasanya terjadi dikaeranakan akibat head bersentuhan dengan fisik dengan platter yang mengakibatkan munculnya serpihan platter ataupun bagian dari head. Meskipun serpihan tetapidapat mengganggu kestabilan putaran dan sangat mungkin akan bertabrakan dengan bagian harddisk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: